Bahan Cantique edisi 2: Kain Furing Untuk Mempercantik Desain Fashion

Sobat Cantique….pada edisi ini Cantique akan berbagai cerita tentang salah satu rahasia pakaian fashion muslim/muslimah agar memiliki kekhasan dan desain yang menarik. Sebuah desain fashion akan menarik tidak hanya karena bentuk desain dan pemilihan warna kain yang digunakan. Tetapi ada faktor lain yang dapat digunakan untuk menambahkan nuansa berbeda dalam suatu desain. Bisa saja suatu saat ditemukan ada desain pakaian yang mirip dan juga bahan serta warnanya juga mirip.

Salah satu untuk membuat berbeda adalah dengan teknik memberikan kain furing.Kain furing atau lining adalah kain yang biasanya digunakan untuk pelapis busana bagian dalam dan langsung menyentuh kulit. Kain furing ini menjadi satu kesatuan dengan busana dan dijahit menjadi satu bagian dengan busana, sehingga tidak bisa dilepas. Kain furing berfungsi sebagai lapisan pada bahan utama agar lebih tebal, lebih adem (dingin), lebih enak dilihat, dan sebagai penutup kampuh pada busana. Ada perbedaan tulisan tentang nama kain furing, ada yang menulis vooring, pouring, puring, dan lain sebagainya.

Warna kain furing biasanya disesuaikan dengan warna kain utama yang digunakan. Penggunaan kain ini untuk jenis busana yang berbahan tipis, supaya busana yang berbahan tipis atau transparan tidak berbayang sewaktu dipakai. Namun demikian, ada beberapa jenis bahan yang meskipun sudah dilapisi furing, tetap harus menggunakan rok dalam atau legging, misalnya bahan sifone dan bahan yang berwarna soft (krem, putih dan warna terang lainnya). Selain kain yang berbahan tipis, kain furing juga digunakan pada bahan agak panas, untuk busana yang dibuat dari bahan yang kurang menyerap keringat, misalnya bahan shantung korea dan tafeta, sebaiknya dilapisi furing, supaya ada media penyerap keringat dan lebih nyaman digunakan. Busana berbahan yang nempel di kulit juga memerlukan tambahan kain furing, misal baju yang dibuat dari bahan satin silk. Biasanya bahan satin silk dan sejenisnya jika tidak dilapisi furing akan nempel di kulit, kecuali jika bahan satin dipakai untuk dalaman kebaya atau dalaman gamis brokat.

Ada juga busana yang dibuat dari bahan katun (tidak terlalu tipis), namun sering menggunakan tambahan kain furing, misalnya gamis. Busana gamis akan lebih nyaman dikenakan jika dilapisi furing. Jadi penggunaan furing tergantung dengan selera masing-masing. Kain Pouring juga biasa digunakan pada bagian-bagian seperti kantong celana.

Filosofi busana produk Cantique yang menekankan pada aspek kemewahan, elegan, unik dan berbeda dengan yang ada dipasaran untuk memberikan identitas bagi para pengguna produk Cantique, maka tentu pemilihan bahan menjadi salah satu SOP yang selalu dipegang oleh Cantique dalam memproduksi semua lini produknya mulaigamis modern pesta, jual baju gamis pesta mewah, jual gaun pesta muslim, jual gaun pesta, jual baju pesta muslim, jual gamis terbaru, jual busana pesta, jual gamis syari pesta,busana muslim pesta pernikahan, baju muslim pesta pernikahan, gamis anak cantik, baju pesta balita, jual gaun pesta baby, baju lebaran anak anak, baju muslim sarimbit keluarga, fashion muslim terbaru, fashion muslimah modern, blus muslimah sampai produk baju muslim untuk kerja seperti baju kerja muslim, baju kerja batik sampai produk syar’i seperti gamis syari, busana muslim syari,  gamis syari modern.

Tunggu artikel berikutnya yang akan mengupas jenis kain apa yang digunakan sebagai furing?….

by Gerai Cantique